Pelesir Ke Tebing Hawu (Cita) Citatah, Padalarang

Hello folks,

No, no judul postingan ini bukan tentang main bareng penyanyih Da Aku Mah Apa Atuh atau Goyang Dumang, tapi tempat yang (lagi) hitzzzzz dikunjungi para generasi kekinian yang hobi berburu foto untuk sekedar di-upload di Path , dijadiin  display picture Whatsapp,l ine, BBM, profile pic facebook,  atau biar orang ramai-ramai nge-like foto instagram dengan seribu satu hashtag. (Yes, I Belong to THOSE people !!!).

Kalo folks udah mulai terbiasa piknik atau pelesiran tiap weekend, pasti ketagihan dehhh. Mau deket mau jauh yang penting cusss ke mana gitu.  :D.

Nah trip weekend kali ini Njah & Couchsurfing friends Rini, Mei dan Ladies plus Atep pelesiran ke Tebing Hawu (Cita) Citatah di Padalarang, Bandung Barat. Masih sekitaran Bandung (coret) juga lah. Tadinya kita mau hiking ke Jayagiri – Tangkuban Perahu atau Bukit Tunggul. Tapi hiking pas musim hujan gini agak males yah.

Kenapa Tebing Hawu? Selain cukup dekat (lumayan juga sih), lokasinya pun cukup instagram-able :p. Kami juga penasaran dengan foto-foto instagrammers yang lagi pada hammock-an sambil kerja bawa laptop diantara tebing.

Sabtu 12 Desember Jam 9 kami meet-up di Kota Baru Parahyangan, lalu lanjut berkendara melalui jalur Bandung – Cianjur. Sebetulnya dari Kota Baru hanya berjarak sekitar 5 km, tapi karena tidak ada petunjuk ke Tebing Hawu, kami sempat nyasar beberapa kali. Setelah bertanya beberapa kali ke penduduk, kami tiba juga di lokasi.  Patokan umum menuju lokasi Tebing Hawu adalah pabrik Multi Marmer Alam. Lokasi tebing tersebunyi di balik lokasi penambangan batu kapur dengan jalur yang kalo kata Ladies mah, off road banget!!

IMG-20151212-WA0052
jalurnya off road banget kan?

Setelah bertanya ke sana sini, akhirnya kami tiba juga di TKP. Kami parkir di saung (gubuk) para penambang batu. Agak was-was kerana tak ada yang jaga, tapi berdoa aja supaya aman (dan emang iya).

IMG-20151212-WA0036.jpg
Groufie dulu di depan saung

Menuju tebing hawu

Dirangkum dari berbagai sumber, Tebing Gunung Hawu merupakan bagian dari kawasan karst (Cita) Citatah yang adalah daerah pertambangan kapur di daerah Padalarang, Bandung Barat. Dinamakan gunung hawu, karena bentuknya seperti hawu jika dilihat dari bawah, tepatnya dari kampung Cidadap. “Hawu” dalam bahasa sunda hawu berarti “tungku untuk memasak”. Sayangnya kami tidak lewat bawah, jadi tidak bisa melihat bentuk ‘hawu'(Nambah lagi alesan buat datang ke sini lagi) 😀

Secara geologis, proses pembentukan lengkungan gunung hawu ini terjadi secara alami, terbentuk dari batu gamping melalui prosesnya berupa karstifikasi (proses pelarutan senyawa karbonat sebagai bahan utama batu gamping/kapur). Menurut penelitian geologis, karst (Cita) Citatah merupakan bukti sejarah bahwa Bandung dulunya bukan hanya danau melainkan lautan sedalam 30 meter, karena itu di sekitar lokasi banyak ditemukan batu karang.

Tebing gunung hawu

Kawasan (Cita) Citatah juga terkenal sebagai lokasi panjat tebing seperti tebing (Cita) Citatah 125, tebing (Cita) Citatah 48 yang merupakan juga arena latihan tentara Kopassus, dan tebing (Cita) Citatah 90. Tebing gunung Hawu ini, terletak di balik tebing (Cita) Citatah 125 atau gunung kapur Singgalang. Sayang, karena cuaca mendung dan takut kehujanan, kami gak ke lokasi tebing 125. Dari Tebing Hawu tinggal turun ke bawah jika mau ke Tebing 125. Oh ya, dari sini terlihat lokasi Stone Garden yang hanya berjarak beberapa kilo saja.

Niat selfie-an dan hammock-an di antara tebing ala ala supaya bisa pamer di soc-med (Duhhh  problem generasi kekinian) sirna  saat ke sana, tebing hawu sepi, hanya ada kami saja. Jadi ternyata jika ingin hammock-an, panjat tebing, rapelling, harus janjian dulu ke organizer di sana dengan minimum kuota 3-5 orang. But, it doesn’t matter folks, yang penting kami sudah di sana. Kalo Njah sih pasti ke sana lagi, pengen nyoba panjat tebing di Tebing 125, anyone interested in?

IMG-20151212-WA0006
Silau meeen !!!!

IMG-20151212-WA0008

IMG-20151212-WA0011

IMG-20151212-WA0040

IMG-20151212-WA0045
Rini nebeng eksis di blog Njah :p

IMG-20151212-WA0015IMG-20151212-WA0017

IMG-20151212-WA0056
Tante Mei malu-maluin deh minum tolak angin :p

groufie dulu lah

Karena yang lain pada gak berani nyebrang dan naik ke puncak, ya cuma Njah aja yang eksis narsis najiz ke sana :p. Nanggung kalo gak manjat ke puncak. Kalo folks yang mau naik ke puncak, be careful yah. Jangan maksain diri kecuali folks berjiwa Daredevil soalnya gak pake safety equipment. Kalo mau ke puncak, usahaain pake sepatu/sandal gunung atau trekking yang ada grip-nya supaya gak licin.

IMG-20151212-WA0021

IMG-20151212-WA0022

IMG-20151212-WA0023

IMG-20151212-WA0027

On the other hand, maraknya aktifitas penambangan batu membuat Njah khawatir kalo suatu saat tebing hawu ini akan habis juga ditambang. Memang saaat ini sedang gencar upaya penyelamatkan situs-situs alam seperti Tebing hawu melalui kegiatan-kegiatan wisata seperti panjat tebing. But, who knows what will happen in the future. Ketika kebutuhan ekonomi semakin mendesak, alam pun dirusak (it rhymes). So, try to enjoy it while it lasts. 

And, as usual my pet peeve about local tourism spot is garbage and vandalism. Banyak banget coretan-coretan alay gajebo di batu-batu. Sayang banget tempat bagus tapi jadi jelek kerana coretan-coretan tangan jahil. Be wise travelers folks!

Advertisements

3 Comments Add yours

    1. njahlicious says:

      it does. Please come here and join me 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s