Pencairan BPJS TK: Technology Makes Big Difference

Folks,

Postingan kali ini bukan tentang trip report gw yah. Gw mau berbagi pengalaman mencairkan dana JHT BPJS Ketenagakerjaan (Dulu Jamsostek). Gw sangat berterima kasih sama temen kantor lama gw, Vita dan Karin, yang udah ngasih info ini.

Jadi di suatu sore di bulan Oktober ketika gw termenung bingung tak berujung #rhymes, Vita ngeWA nanya apa gw sudah mencairkan BPJS TK gw. Saat itu juga gw tersentak dan sadar kalo gw masih punya sumber dana cadangan darurat. Melalui chatting WA, akhirnya gw dikasih tahu proses pencairan BPJS TK.

Setelah gw googling, singkat cerita mulai 1 September 2015 siapapun peserta BPJS TK yang ingin mencairkan 100% saldo JHT-nya, gak perluΒ menunggu hingga usia 56 tahun, atau ketika mengalami cacat total tetap, atau ketika sudah meninggal dunia. Cukup sebulan setelah resign, saldo JHT bisa dicairkan. Namun untuk yang masih bekerja, prosedur pencairan uang JHT akan berlaku ketentuan 10% untuk persiapan pensiun, 30% untuk biaya perumahan, dan 100% ketika sudah berumur 56 tahun.

Karena gw belum punya akun BPJS, maka gw buat dulu untuk mengecek saldo dan status BPJS TK. Folks bisa cek di sini atau download di Playstore android dan Applestore. Yah ternyata gak seberapa *hiks. Jadi saldo gw cuma ada yang dari C*nc*rd sementara pas kerja di *nt*gr*t*gak masuk BPJS. Tak apalah lah lumayan, kalo kata urang Sunda mah segitu juga udah ‘uyuhan‘. πŸ˜€

Syarat yang harus dibawa adalah:

  1. Kartu Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan.
  2. Paklaring/Reference Letter
  3. KTP atau boleh juga SIM.
  4. Kartu Keluarga.
  5. Buku Tabungan.

Dokumen-dokumen tersebut masing-masing difoto kopi satu lembar.

Awalnya gw gak tahu kalau pengajuan ini bisa dilakukan secara on-line. Saat itu gw langsung datang ke kantor BPJS TK terdekat yaitu di Cimahi. Di sana, gw dikasih tahu kalo pengajuan manual sekarang baru bisa diproses bulan Februari 2016. Wait, whaaaattttt??? selama itu!!!. Gw telepon dan email kantor BPJS tersebut, dan setelah dijelaskan, memang karena banyak pengajuan, maka proses baru diproses Februari, artinya gw harus nunggu 4 bulan!

Tak terima, gw langsung WA Vita dan barulah gw dikasih tahu kalo pengajuan bisa dilakukan secara online. PPPfffttttt!!! Sore itu juga gw scan semua dokumen yang diperlukan terus langsung ajuin e-claim. Setelah mengajukan e-claim, folks akan menerima email seperti ini.

BPJS TK konfirmasi

Akhirnya setelah harap-harap cemas nungu seharian, gw dapet email balesan kalo pengajuan gw diterima. Gw tinggal datang ke kantor BPJS yang sudah dipilih untuk verifikasi data dalam waktu 7 hari kerja setelah menerima email.

EmailBPJS

Besoknya, gw langsung datang ke kantor BPJS Cimahi dan GAK PAKE ANTRI LAMA!!!. Di counter CS, gw hanya perlu menunjukan email konfirmasi, membawa semua dokumen asli untuk verifikasi. Lalu difoto dan menandatangani surat sebagai bukti kalo kita sudah mencairkan BPJS TK. Oh ya jangan lupa bawa materai saaat verifikasi. Petugas lalu memberi tanda terima dan dana akan cair maksimal 10 hari kerja, As simple as that!!! Technology does make big difference.Β Bayangin kalo gak mengajukan e-claim, gw harus menungggu berbulan-bulan.

Disadur dari berbagai sumber dan pengalaman gw, rincian proses-nya seperti ini.

  1. Scan/foto semua dokumen.
  2. Isi formulir pengajuan e-claim JHT, lalu submit semua berkas di sini
  3. Menerima email pengajuan berhasil direkam
  4. Menerima email pengajuan kita berhasil diproses
  5. Datang ke kantor BPJS TK yang dipilih
  6. Verifikasi data (membawa dokumen asli)
  7. Difoto dan menandatangani surat pernyataan sedang tidak bekerja di perusahaan manapun,
  8. Terakhir transfer seluruh saldo JHT ke nomor rekening bank (maksimal 10 hari kerja)
  9. Dana cair, Selesai!

Namun, gw menyesalkan kalo sosialisasi pengajuan e-claim ini masih kurang. Saat gw beli minum di kantin, gw ngobrol-ngobrol sama ibu kantin dan pengunjung di sana, mereka nanya kapan aplikasi gw diproses. Pas gw jelasin bla bla bla, mereka kaget gak percaya dan gak tahu proses e-claim sama sekali. Banyak diantara mereka yang baru bisa diproses Maret dan April 2016 hanya karena mereka mengajukan manual. Gw jelasin kalo mau lebih cepat bisa lewat e-claim.

Bahkan gw denger dari ibu kantin kalo dulu, ada yang sampe ngantri dari pukul 2 pagi!! Gw gak tahu apa BPJS TK kurang sosialisasi atau ada unsur ‘kesengajaan’ supaya proses-nya jadi lama. Di kantor BPJS Cimahi sendiri gak ada informasi mengenai proses e-claim. Kalo ada kan seenggaknya yang mengajukan bisa diberi tahu jadi mereka bisa memperoleh hak mereka dengan cepat dan mudah, tanpa menunggu berbulan-bulan. Gw bahkan disaranin sama ibu kantin buat buka biro jasa e-claim buat ngebantu yang mau nyairin JHT di sana hahahaha. Ya keleeeuussss gw jadi calo!!!

Saran gw, kalo emang gak butuh-butuh banget sih mending jangan dulu dicairin. Lumayan loh, diendapin sekian tahun, tahu-tahu jadi sekian hehehehehe. Tapi kalo emang udah resign dan butuh, boleh diajuin lewat e-claim.

Njahlicious

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. njah kantor cabang cimahi dimananya?? yang di baros kah?

    Like

    1. njahlicious says:

      Bukan di Baros tapi di Jl. Barat, di seberang kantor Pajak Cimahi. Yang mau ke arah Cimareme kalo dari alun – alun Cimahi. Gedung baru itu.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s