Pelesir Ke Tebing Hawu Citatah 2.0: Fun Hammocking With The Jarambah

Folks,

Gila udah lama banget gak update blog yah. Sibuk??? nggak juga sih tapi gak tahu kenapa beberapa bulan terkahir males update blog. Padahal banyak baget cerita, baik itu trip journal atau sekadar random thought buat di post di blog. Ya sudahlah beberapa bakal menyusul di post.

So, back to trip journal. Kali ini gw mau nulis pengalaman hammock-an di Gunung Hawu. Folks, mungkin pernah baca kalo sebelumnya gw pernah ke sini, tapi cuma sekedar buat ‘survey’ aja. Cerita soal asal usul Gunung Hawau dan trip journal gw ke Gunung Hawu yang pertama bisa di baca sini. Waktu itu cuma foto-foto doang, gak ada kegiatan manjat atau hammock-an.

Nah info soal hammock-an gw dapet dari Kang Rudi dari Komunitas Ulin Jarambah. Gw ikut trip KUJ waktu ke Curug Malela sama ke Bukit Gantole. Begitu tahu dapet info ini gw langsung sebar di group WA Jarambah Barokah. Well, akhirnya dari group Jarambah Barokah ada 5 orang yang ikut, gw, Rini, Fatimah, Bayu, Iqbal dan Gilang, temen kerjanya Iqbal.

Karena dikasihtahu Kang Rudi kalo mepo jam 9 di Padalarang, gw minta janjian sama geng Jarambah buat datang lebih awal, jam 8. Dannnnn, ternyata …… pas hari-H, Minggu 18 Apri, jam 8.15 gw baru bangun dong😀. Padahal udah minta dibangunin subuh. Hadduuuhhh panik gw, sempet kepikir buat batal pergi, tapi gak enak sama yang lain yang udah janijian. Begitu nyalain HP, WA, miscall, SMS pada masuk. Si Iqbal nelepon kalo dia udah nyampe. Waddduhhh, gw gak berani bilang baru bangun, maluuu😀, gw bilang suruh tunggu aja. Mana rumah sepi, gak tahu pada ke mana. Gak sempet ngopi, gak ada sarapan langsung meluncur jemput Rini. Dan 40 menit kemudian nyampe Citatah, rekor Rancapanggung – Citatah!!!. Akhirnya ketemu Jarambah Barokah, janjian di Alfamart depan Situ Ciburuy. Di jalan gw liat KUJ baru ngumpul. So, aman lah yah gak telat telat banget. Beres ngopi sama sarapan, kami langsung ke Gunung Hawu. Gak begitu jauh, cuma 5 menitan dari Situ Ciburuy.

Sampe di Gunung Hawu, kami ketemu Kang Rudi dan rombongan KUJ. Ternyata  rame banget, karena acara Fun Hammocking ini juga diikuti rombongan dari berbagai lintas komunitas. Karena tujuan utama kami mau nyoba hammock-an, so kita daftar dulu biar gak rebutan. Duileh kek antri sembako aja wkwkwkw. Karena masih relatif pagi, danhammock-an masih lama, kami mau explore dulu ke bawah, mau lihat gunung dari bawah. Gunung Hawu jika dilihat dari bawah maka tengahnya terlihat bolong, seperti tungku. Karena itulah Gunung ini dinamai Gunung Hawu, yang dalam bahasa Sunda, Hawu berarti tungku.

20160417_110350
Ada bolong di tengah kan? Inilah kenapa dinamakan Gunung Hawu atau tungku

Jika lewat jalan biasa untuk ke bawah kami harus memutar dan itu jauh banget. Ternyata ada jalan pintas, jalannya pun tidak terlalu ekstrem. Kami menyusuri jalan setapak dan ternyata memang benar, dari bawah terlihat ada bolongan. Di sekitar tebing ada beberapa group yang sedang panjat tebing. Ternyata ini Tebing Citatah 125 itu. Waaahhh, next time mau nyoba manjat ahhh. Looks challenging, yet tempting!

e798e8849324e103e5acdf157c4f4c0a_16041714
Trek menuju ke atas tempat hammcok-an

Kami naik ke atas melewati tebing yang lumayan terjal dan licin. Rini dan Gilang agak kewalahan pas naik. Thank God, lancar. Begitu tiba di atas, rupanya kami langsung tiba dishelter group KUJ. Seru juga hiking buat pemanasan.:). Menjelang siang cuaca agak bikin was was. Sebentar mendung, sebentar panas. Sempet gerimis dan petir menggelegar. Duh kalo hujan dan gak jadi hammock-an sayang juga.

20160417_115904[2]
Nunggu gerimis reda dulu
20160417_102722
With Rini dan Fatimah
20160417_102200
Groufie dulu sebelum giliran berhammock ria 

 

Singkat cerita kami siap untuk ber-hammockan ria. Ada 4 point buat hammock-an. Ternyata antriannya lama banget, karena gak ada batasan waktu, cuma ngandelin kesadaran diri aja. Banyak yang muka tebel, udah disindir-sindir juga cuek aja santai-santai di atas.

Gw nyoba hammock-an di spot paling atas. Untuk hammock-an di sini, safety rules highly applied. Untuk nyebrang ke tebing sebelah harus pake tali webbing dan di sekitaran puncak, gw harus pake harnes dan carabiner harus dicantelin ke tambang. Beda banget sama dulu gw naek ke puncak cuma manjat-manjat aja gak pake pengaman. Kalo dipikir-pikir bahaya juga yah apa yang gw lakuin waktu itu. Thank God.#feelingsoblessed.

Daannn, akhirnya moment itu tiba. It’s show time!!!!. Gw berasa kek di acara The Amazing Race, meniti tali di ketinggian. Lumayan pendek, cuma tangan harus kuat buat meniti tali. Sebaiknya nanti pake gloves supaya telapak tangan gak sakit pas ngegeret. Lumayan gampang sih, I nailed it.

Foto-foto di bawah ini adalah gw pas lagi hammock-ing. This is my personal blog, by the way :p

f9e0c3c9408b9a1b70086e733871a7bc_16050707

c3c426d38c8a41849c87ef68936926fa_16050707

93256ed94c943284c251f1946525ea2d_16050707

6241ed0d207a3fa77aa631940b19c0c0_16050707

20160417_133746

Cekrek sana cekrek sini. Selfie, pose gini pose gitu foto-foto. Yah gimana lagi, You came and did that to get photographed, didn’t you? For a while I enjoyed the moment. You may see that I did that only to show off or only to post on Instagram or Path or other social media. But personally, what I did was to prove that I can do things I thought I would never do. If you asked me 5 years ago, this would never happen. I used to be afraid of height (sometimes, I still am) and I didn’t like outdoor activities. So, the old Rusdi, didn’t like hiking, climbing or any outdoor activities. But you know, things changed and I thought I had to open up myself.

Oh iya, karena ini merupakan acara lintas komunitas, so kita cuma bayar 15,000 aja! Bayangin kalo kita kita sengaja, harus booking dengan minimal 5 orang per group plus bayaran 100-150 rb per orang. Beruntung banget kita ikut acara ini. Hatur nuhun pisan Kang Rudi Praja, Warga Suku Badot sama Karang Taruna sekitar yang sudah ngadain acara ini. Menurut Kang Rudi, acara ini juga punya fungsi sosial yaitu sebagai kampanye untuk menyelamatkan kawasan karst Citatah dari kerusakan dan exploitasi perusahaan penambangan batu.

SaveCItatah

Hashtag #SaveTempatBermain #SaveGunungPabeasan #SaveGunungHawu sebagai kampanye untuk menyelamatkan perbukitan kapur Citatah.

Beres hammock-an kita semua pamit pulang duluan karena berencana mau lanjut ke Mata Air Sendang Geulis Cikahuripan. Baru jalan beberapa kilo, hujan turun deras. So, kami mutusin untuk gak jadi ke Sendang Geulis. Beres makan kami meluncur pulang. What a fun day to spend. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s